🔊

Pemberitahuan Audio

Hai Widya, surat botol ini ada musik latarnya. Pastikan volume handphone milikmu aktif untuk pengalaman terbaik ya! Atau gunakan headphone, ohohoho.

Pesanku, untukmu yang keseribu~

🎼
🔊 30%
0:00 0:00
🎵 Musik 1
Bottle
🎧 Pastikan volume aktif untuk pengalaman terbaik

#Dear Widya - 1000

Assalamualaikum Warakhmatullah Wabarakatuh

Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan keberkahan-Nya terlimpah kepada kamu.

Termuliakan
wid, wanna talk,

mungkin akan jadi pesan yang sangat amat panjang, baca ajaa ketika lagi senggang yaak, eaeaea

btw, tehnya, yang aku kirimkan di paket ini buat ayahmu ya, teh dibudaya chinese merupakan minuman spesial untuk menjamu raja, dan hadiah spesial untuk bangsawan, semoga ayah kamu suka. salam juga buat beliau, selamat ulang tahun.

dahh, itu introo nya, untuk kamu, sekarang suratnyaaa, wkwk

Hai, ini akuu! maksudku, em kamu tau ini aku,

sudah hampir 3 purnama aku tidak berkomunikasi denganmu.

Bagaimana kabar kamu ? moga baik dan sehat, ya, segenap raga dan jiwa kamu, dijaga ama yang diatas selalu.

Maaf hanya bisa menulis surat, mungkin lucu, tapi inilah aku yang kehabisan cara untuk bisa berkomunikasi denganmu. Inilah aku yang kehilangan keberanian untuk menyapa kamu.

aku kangen, iya kangen, beneran kangen, wkwk. moga kamu juga begitu. hahahah. aku kangen bisa komunikasi dengan kamu, telfon dengan kamu, berkirim pesan kamu, menunggu pesan dari kamu, notifikasi darimu, suara imut centil manis kamu di telefon. Kangen semua hal kecil tentang kamu.

im heree, cukupp waktu ama space yang aku rasain untuk ngeprosess yang aku alamin akhir akhir ini, though it's still hard to swallow,

ingin kusapa lebih cepat, namun nampaknya gengsi dan harga diri aku masih belum ngizinin aku ngirim pesan ke kamu secepet itu.

maaf ya, maafin aku.

aku minta maaf atas semua yang aku lakuin,

aku minta maaf atas semua yang aku tulis,

aku minta maaf atas semua yang aku ucap,

dan semua yang dan akan aku tulis dan ucap kepada kamu disurat ini.

seharusnya aku ga nulis ini semua, aku ngerasa bodoh aja, aku kangen kamu. hahaha. yah, gatau kenapa, i hope and wish that you doing okay there.

aku melihat kamu juga telah memulai usahamu terkait barang preloved dengan menjual beberapa tas akhir akhir ini ya, masak masak, dan banyak promosiin makanan juga. Kamu juga nampak ceria dan seneng, mulai aktif post banyak foto langit disana melalui whatsapp, update apapun di whatsapp. aku turut seneng bisa tau kabar kamu baik baik aja disana, dan ikut seneng kalau kamu udah bisa lebih seneng.

bicara soal langit, langit disini semoga bisa kayak tempatmu ya, semoga bisa ikut cerah dan terang seperti kamu. moga aja kerjaan kamu lancar, dan harapanmu dapat tercapai ya. Serta paling penting kamu dapat terus berkreasi, bermain, makan, jalan - jalan, bahagia, hingga tak perlu kerja sampai lembur lembur lagi.

aku kepikirin kamu aja, tapi gaberani wa, ataupun nelfon, berfikir gangguin kamu. tiba tiba kamu terlintas aja dipikiran aku, karena takut, itu hanya bisa ku simpan, dan kutulislah catatan kecil ini. harusnya aku lebih berani lagi ya nge-wa kamu saat itu juga, atau lebih mungkin ego, gengsi, harga diriku yang sudah hancur, jual, ama ilang gaberani wa lagi, yah intinya aku mau ngomong. hi paras!! thats all. cuma ingin komunikasi dengan kamu.

Gimana progress kamu sekarang ? Pastinya kamu udah banyak persiapan, dan belajar untuk fokus ke cita cita kamu ya ?

Maaf ya, mungkin kamu saat ini sedang hectic dan fokus untuk itu, lagi belajar - belajar tes cpns, atau buku tes simak ui, daftar belajar untuk persiapan S2 kamu, tapi tiba tiba nerima surat gaje dari aku.

Capai cita cita kamu ya, kamu itu pintar, akupun yakin kamu akan menjadi dosen yang cerdas dan sukses nanti! Ibu Dosen Widya Parasdiasari, aduh Kece banget udahan, udah pas banget juga kok di kamu. dah kek apotik tutup, ga ada obat. sumpah.

Kamu tahu, ketika break, dan perlu waktu kemarin, aku bertarung hebat dengan diriku. melihat kamu terus berbahagia, sedang aku yang hah, saja. Aku merasa akupun harus bangkit dari ke hah an ku, ahahah.

sejak malem itu, aku sedang terus mencoba beresin keseharian aku. Wkwk, gausa kujelasin ya keseharian apa yang kuberesin, wkwkw. aku tak ingin kamu khawatir pada aku. Yah, dokter aja bosen maksa aku buat istirahat, dan nawarin rawat inap, tapi aku ngeyel tetep masuk kerja sedang badan gafit fit aja awal awal itu wkwk. ga ding, sampe sekarang, bawaanya masih gafit, but it okay, i try my best to handle that. haha.

Aku mulai mencari kesibukan juga sekarang, aku coba - coba mulai kerja remote sebagai proctor toefl di univ Semarang, kemudian, aku juga tidak jadi di layoff - kontrak aku juga diperpanjang kemarin, saat ini sedang mencoba promotion sebagai acting trainer, serta jadi penulis, membuat novel kecil kecilan yang aku mau publish di watpad, dan terakhir aku berfikir ingin banyak cuti liburan ke mana - mana, untuk mendistraksiku dari pikiran tentang malam itu, bagaimana aku ngerendahin harga diri aku sendiri, dan ngemis malem itu, berusaha ngeyakinin kamu, malem itu. Tapi sesibuk apapun aku mencari kesibukan, hal ini terus berbalik menyerangku saat malam, pada jam krusial. Ahahaha, celakalah aku. Beratkupun turun 4kg lagi sekarang. Entahlah, aku harus bangga dan senang atau sebaliknya beratku turun. Hahaha.

Sekali lagi, maaf kalau kepedean, wkwk. Tak usah khawatir, meski masih belum bisa tidur nyenyak sampai sekarang, ini bukan salahmu, jalani saja, apa yang saat ini kamu biasa rasain tiap harinya. Aku tak pernah menyesal malam itu meminta banyak waktumu hingga pagi untuk ngeyakinin kamu. Cuma ngerasa beneran bodoh, aku terus menginginkanmu, merjuangin kamu, padahal benar katamu, tak pernahpun sedikitpun kau, melihatku. Yah meski begitu aku tetap ngusahain kamu, cerita baik kamu, ngecoba jual kamu ke Kakak sodara aku, ibu aku, hahaha. Entahlah, mungkin ku jual dan ngusahaiinya terlalu berlebihan kupikir - pikir.

Bahkan kalau kuingat lagi, benar, kamu tak pernah menyapaku duluan ya. Bodoh kamu jar.

Tak apa. Jika kuteruskanpun, mungkin aku yang tak akan kuat akan jawaban kamu, dan tindakanmu. Aku terus merasa hancur, dan direndahkan, dipermainkan, dan tidak dihargai, yah, memang sudah tak ada harganya kurasa. Sekeras apa aku meyakinkanmu, kamu terus mencoba menolak dan menghindar dariku.

Ini hanya yang aku rasakan sendiri, malem/ pagi itu. jika niatmu tidak seperti itu bukanlah salahmu.

Aku tak pernah ingin menyakitimu, dan hanya ingin membuatmu bahagia. Setelah aku memutuskan mengambil jarakpun untuk sementara, ngomong break malem itu ke kamu, searang kamu nampak lebih bahagia dengan rajin update disosial media. Bahkan, whatapp yang kamu jarang mengupdatenya, sekarang hampir tiap hari aku melihatmu bahagia disana.

Aku tahu niat kamu itu baik, apapun keputusan kamu, kamu itu cerdas, and its a part of you that i like it.

Kamu selalu mertimbangin secara mateng, dan suka ngatur secara plan, ga suka apa apa mendadak, semua diatur, dan ketata. Kamu adalah orang yang penuh kalkulasi, dan logic. Akupun yakin semua keputusan kamu juga udah lewat berbagai pencarian, itung itungan, pertimbangan, dan lain apapun itu secara matang, kamupun juga telah bermimpi dan yakin ingin menjadi dosen, dan itu juga harapan orang tua kamu bukan ? ingin menjadi pns. malahan, itu salah satu mimpi yang mulia, bisa menuhin harap dan expetasi orang tua kamu. meski sekeras apapun aku mencoba meyakinkan kamu malam itu, bagaimana caranya itu semua bisa berjalan beriringan, dengan plan dan rencana, nyatanya kamu sudah bulat dari awal akan pendirian kamu. mungkin dari awal tujuan kamu menolakku, bukan untuk diskusi denganku. apalagi mempertimbangkan diriku. bahkan, untuk penolakanmu, aku perlu bergantian dengan meetingmu tengah malam itu. Dari aku yang buru - buru pulang dengan grab dan penuh persiapan, serta kejutan untuk menunggu jawaban darimu, jika kamu menerima aku.

Yah sayangnya aku yang lebih dikejutkan darimu, awal mendengar kamu ada meetpun, moodku hancur sudah, dan expetasiku hilang. Janji yang telah dibuat, kalah dengan meet kantor, seakan aku memang tak penting dari awal. Aku gak marah, cuma kecewa karena merasa paling belakang di antrianmu, ini bukan ngobrol biasa lho. ini bahas bahasan "serius", bisa bisanya, kukira dengan menunda waktu, memundurkan waktu 2 hari dari yang dijanjikan kamu lebih siap dan megatur semuanya juga agar sakral dan tidak diganggu, ternyata ekspektasiku juga kebanyakan sih, itu salahku.

Sumpah ingin kubakar kantormu. kalau ada berita demo terkait kantormu, kabari aku ya, aku akan maju paling depan, berorasi, meminta pemotongan jam kerja, lestarikan budaya teng-go, dan hak shifting perempuan yang cantik seperti kamu dihapuskan. yang enggak, mau kerja sampe lebaran pun gapapa. hehe.

Widya Parasdiasari, maafin aku yaa,

buat semuanya, selama ini aku yang salah ngartiin maksud kamu, pesan kamu, tingkah kamu.

maaf kalau aku masih nunggu kamu, maaf buat aku yang masih coba berjuang, maaf buat aku yang kemarin masih ngejar kamu, yaaa

maaf buat aku yang keras kepala maksa, maaf buat aku yang mungkin maunya karena kamu. tapi mungkin, memang Allah lebih tahu yang terbaik, untuk saat ini.

be happy, yaa, tercapai semua harap dan inginnya, diridhoi jalan dan pilihannya,

maaf juga karena buat kamu begadang sampai pagi dihari itu, dan masih bekerja setelahnya, tidur dua jam, kerja 8 jam, hehe. Maaf ya.

maaf juga karena aku masih akan selalu doain semua hal baik untuk kamu, dan apapun serta bagaimanapun takdirmu kelak,

mungkin bener kata kamu, waktunya nggak tepat, mungkin memang karena saat ini kitapun juga enggak tepat. dari tempat, momentum, waktu, semua tidak tepat. aku nangis nulis ini, tapi mungkin emang alam semesta belum nerima aku. terlalu berat dijarak, atau apapun itu, Entah, mungkin hanya diaku, sebab hanya aku yang mungkin mengerang sedu saat nangis nulis ini.

Langit disana indah dan cerah bukan, seperti yang kuharap diawal, aku harap disini langitnya bisa cerah kayak kamu. Disini pagi yang biasanya cerah pun sekarang basah, sembab di hujani tangis setiap hari, tanpa ada lagi yang namanya mentari. Ahahaha. Menjalani hari seakan masih mimpi, terjebak pada pengulangan pagi yang sama, rasa yang sama, dan hampa yang sama.

lewat inipun mungkin Allah juga ngasih pelajaran buat aku, aku akan usaha buat engga nyalahin diri aku, waktu, dan semua hal yang telah terjadi, karena ini semua juga berarti ketentuan yang diatas, kinda hard but i'l try it, ga akan yang namanya marah ama yang diatas, ataupun nyalahin takdir dan waktu yang tidak sesuai dengan keinginan makhluknya. Kalau aku gaterima, sama aja aku cari masalah ama Allah bukan ?

aku tau mungkin ini lucu, kamu yang biasanya udah bulet dan final gabisa dipengaruhin, akunya tetep coba nungguin.

kamu tahu ? yang menurut manusia mustahil, ternyata bisa Allah kabulin dengan cara yang lebih mustahil lagi.

Siapa tahu, disana kamu juga diem - diem kangen aku, eak. ahahah. ah apasih jar, pinter banget bikin ilfeel ama bikin muntah orang, dan buat orang punya alasan cut contact ke kamu. wkwk.

Lagi, aku ingin minta maaf sekali lagi ya. Jika selama ini aku terkesan keras kepala atau terlihat terlalu memaksakan kehendak. Aku pernah membaca sebuah tulisan di internet, tentang perjalanan mendaki gunung. Dalam perjalanan itu, setiap pendaki melewati taman-taman bunga yang indah. Mereka boleh memetik satu bunga sebagai kenang-kenangan. Namun, ada satu pendaki yang terus berjalan, menunda untuk memetik bunga karena berharap akan menemukan bunga yang benar-benar sempurna di puncak gunung. Sayangnya, ketika ia sampai di puncak, ia hanya menemukan dirinya sendiri—tidak ada bunga yang lebih indah di sana. Ketika ia kembali ke taman-taman yang telah dilewati, semua bunga yang dulu sempat ia lihat pun telah hilang, diambil oleh pendaki lain atau mungkin sudah layu.

Kisah itu mengingatkanku pada perjalananku menemui kamu. Dalam perjalanan panjang, aku tak ingin pernah melewatkanmu, menjadikan opsi cadangan yang bisa seenakku aku ambil ketika pulang. aku ingin dari awal memilihmu. begitu juga kamu, aku tahu kamu ingin terus melangkah, mengejar impian dan harapanmu. Aku benar-benar tulus mendukung apapun yang kamu cita-citakan, bahkan jika itu berarti aku harus melepaskanmu. Namun, aku hanya ingin berbagi kesimpulan cerita itu, kesempatan tidak selalu datang dua kali, dan kadang apa yang kita cari jauh di depan, justru sudah ada di hadapan kita sejak awal. Aku takut, perjalanan panjangmu nanti justru akan menghadirkan penyesalan, saat kamu menyadari sesuatu yang berharga telah terlewatkan.

Apapun keputusanmu, aku akan tetap menjadi orang yang selalu mendoakan dan mendukungmu. Semoga kamu bisa meraih semua yang kamu impikan, setinggi apapun itu. Tapi, jangan lupa untuk sesekali menoleh ke belakang, siapa tahu ada kebahagiaan yang selama ini kamu cari, ternyata sudah menunggumu di sana.

Meski bohong kalau aku tidak sakit mendengar keputusanmu hari itu, akupun merasakan mati pada hari itu, menangis dan kecewa sejadi jadinya, siang boleh terdistraksi, malam semua menyerang pikiran sampai pagi, dan berjalan hingga sekarang, seberapa keras aku yakinkan, kamu terus remehkan, dan underestimate diriku serta jawabanku, hingga sudah tak ada harga diri, kek cuma dipermainin beneran, aku juga manusia yang memiliki rasa, bohong ga sakit, dibanting dan diinjek harga dirinya kek gitu. bohong kalau aku tak memiliki alasan membencimu. bohong.

Kecewa? Pasti, daripada semua hal yang aku sampaikan diatas, aku lebih tak terima atas ucapanmu tanpa tatap mata, hanya lewat kata dan telefon saja.

Aku tak tahu, merasa disepelekan atau apa, meets yang kau ceritakan itu nyata, atau mengada - ada. tentu aku percaya kamu, tapi sumpah kamu juga harus tega ama kantor, training hingga menyita waktumu tengah malam ? sungguh keterlaluan dan konyol bukan ? kamu keknya perlu lebih bodoh amat dalam hal kerjaan yang seperti itu.

semangatku buat membakar tempat kerja kamu juga muncul kembali. Meski udah pindah tempat kerja, keknya masalah kamu tetep sama ya. Kabari aja ya kalau ada demo, aku pastiin jadi barisan paling depan buat runtuhin ruang kerja bos kamu. Hehe.

balik lagi, wkwkw. meskii ngelewatin semua itu, entah kenapa Allah belum izinin perasaanku ke kamu ilang dari aku. aku tetap berusaha melawan ribuan kemustahilan itu dengan satu keyakinan. again, aku tahu, pasti niat kamu baik ngomong ke aku dulu kayak gitu, aku percaya itu. Bahwa Allah sampai sekarang naroh rasa ini ada alesannya, juga percaya kalau Allah bisa mengabulkan kemustahilan hambanya dengan cara yang lebih mustahil lagi, dan tak pernah aku sangka - sangka kan. Akupun juga akan masih tetep sama, dengan lelaki yang bersaksi bahwa tiada perempuan lain selain kamu.

Dan aku minta tolong sekali lagi, engga perlu khawatir dengan aku yaaa.

Yang aku lakuin dari awal kenal kamu, semuanya tulus, semuanya bener bener dari hati aku,

Aku coba lihat dari sudut pandang kamu, dikit dikit, mungkin ada satu ato dua hal yang aku coba asumsikan, tentang hal itu, ahaha. Jarak yang gangguin sumpah berat. Aku dibuat kezel karenanya. Gabisa datengin kamu buat denger keputusan kamu saat itu secara langsung.

kemarin saat nulis ini, aku muter lagi lagu Geisha, Karena Kamu. "aku tahu kamu sangat dipuja mereka, bagai bintang yang bersinar", yang aku tak sangka, hingga kamu sekarang sudah hampir menyentuh bulan. Namanya juga bintang, pasti sangat sibuk dan ketemupun pasti akan susah, bukan ?? bahkan telfon tengah malam, tetap diganggu atasan buat mastiin sesuatu terkait kerjaan. Sehat - sehat ya kamu.

Maap, kembali ke laptop.

aku sekarang juga sudah berpasrah, denialnya udah selesai, not giving up, but berserah, secara tunai udah pasrah ama yang diatas, yang terjadi aku terima, yang belum terjadi aku akan sebaik mungkin untuk menerima, mempersiapkan, dan menghadapinya.

tetap mengusahakan dan berjuang semampu aku, aku sudah melakukan semua yang aku bisa dan tidak menyesalinya. i already try everythings i can, as human i have a limit, tau kan ? aku juga manusia kayak kamu, meski coba ngusahain apapun itu dalam kontrol aku, aku itu manusia, jauh dari kata sempurna, meskipun iya benar adanya bahwa manusia adalah makhluk sempurna di mata sang pencipta, tetapi manusia adalah makhluk yang serba kurang dimata yang diciptakannya.

aku yang terlalu berprinsip hidup hanya sekali, lakuin apapun dari pada nyesel, sekarang ahahah, yep only live once, sudah kulakukan semua usahaku sebagai manusia biasa, memberanikan diri mengucap janji suciku, bahwa aku ingin serius denganmu. Sekarang sudah tak ada yang kusesali lagi kalau aku tak mencoba.

Aku sudah tak pernah penasaran lagi dengan jawabanmu, terus mengantungkan aku, hingga kamu tolak aku, mungkin kamu lupa, aku mengejar jawaban darimu malem itu hingga tiga kali, tolong jujur sebisamu, mau kamu aku ada atau pergi, akhirnyapun, kamu beneran nolak aku. ahahah. aku hanya bingung, lantas mengapa kamu bawa aku sejauh itu. Widya Paras. I dunno, cuma buat ngetes, atau ngepermainin perasaan aku. tapi tolong, give me a clear sign. aku orang yang gabakal berenti kalau ga disuru berenti.

Benar mungkin kamu pelupa, mungkin kamu juga lupa kamu bilang bahwa kamu pelupa, malam kamu insomnia, siangnya sudah amnesia. kamu melihat aku yang datang sebagai lembaran buku, yang kamu baca sekejap lalu lupa, aku melihatmu utuh satu buku yang kubaca berulang tak akan bosan dengan isinya. Begitulah kamu, dengan semua kurang lebihmu aku tetap sabar menyukaimu. Karena aku yakin, kamu itu baik, niatmu baik, dan kamu tidak seperti itu. Dan akupun yakin dengan semua kurang dan lebihmu itu, dan konsekuensi dibelakangnya.

Menunggu itu berat, kamu tak akan kuat, biar aku saja. Hahahah, aku tak tahu dengan kamu, juga kebenara dari jawaban kamu malem/ dini hari waktu itu. Untuk itu, aku mohon lagi ya, izinkan aku menunggumu, sekuat dan semampu aku ya. Jangan suruh aku cari yang lain, karena mauku hanya kamu. ahaha.

mungkinnn,

aku bisa lebih kuat dan memaksa kamu malem itu dan terus - terusan ngehubungin kamu saat ini, tapi itu tidak akan baik untukku dan untukmu juga.

Aku yakin, jika memang sudah menjadi takdir, Allah juga pasti akan menuntun dan memudahkan segalanya dengan cara yang Dia kehendaki, meskipun tampaknya mustahil.

Takdir akan selalu menemukan jalannya sendiri. Sebaliknya, jika memang bukan takdir, sekeras apapun usaha yang dilakukan, hal itu tidak akan pernah menjadi milik kita. (*proses mantengin linked in biar dapet kerjaan deket pml)

Tapi bukan cuma duduk diem doa kan ? emang sih takdir ga akan kemana, tapi kalau kita juga ga kemana - mana, gabakal ketemu takdir. Effort harus, yang pasti bentuk usaha buat ngewujudin itu, yah, sekali lagi aku udah lakuin semua yang aku bisa, mengadu pada sang pencipta, apa yang belum aku lakuin untuk ini, dan lainnya.

ah, udahlah ikut bawanya Allah aja kemana, aku ajuin proposal, aku usahain semaksimal setotalitas aku, Allah acc aku terusin, engga acc minta di bimbing lagi, sebenernya Allah bawa aku sejauh ini buat apa, aku akan ikut kehendaknya, perasaan yang Allah tanam didiriku sehebat ini, aku yakin ada alasannya. aku akan terus memperbaiki dan merevisi, tetap belajar, dan terus meminta bimbingan agar bisa menemukan jalan yang terbaik menurut-Nya. Kalau tidak sedalam ini, aku yakin udah diminta ganti judul ama Allah dari dulu, but this is not.

sekarang aku cuma harap kamu bahagia, apapun itu, selalu, widya. Aku pasrahkan semua hatiku, serta dirimu kepada pencipta. Lagian aku juga sadar, semua balik lagi ke pencipta, aku tak pernah kehilangan apapun. Kuserahkan semua pulang pada yang diatas, semoga selalu dijaga. Ya, aku pasrahkan penuh perasaan aku, serta dirimu sekarang pada sang Pencipta disana.

Bahagia aku, adalah ngeliat kamu seneng dan bahagia, whatevee it is, whatever you choose, i mean it. Again, whatever you choose.

Aku cuma harap, kamu ga akan sedih ama ngeluh dengan jalan yang kamu ambil nantinya. Kalau kamu cape, mo cerita tengok tengok sekitar ya, ada fajar dengan perasaan segede ini masa ga keliatan masihan wkwkw. i mean, aku ada, aku berusaha yang terbaik untuk bisa dengerin kamu dan ngebantu sebisa fajar saat itu terjadi.

juga terus aku berdoa untuk kamu dijauhkan dari orang orang jahat disaanaa,

to be honest, denger kamu ingin S2 akupun ikutan seneng ama semangat, mau ikutan ambil S2 juga, SI ato IT gitu, yah ngimbangin, gitu biar ga makin minder, wkw

tpi kmarin riset bbrp perguruan tinggi udah pada tutup, yng ku incer cuma buka di semester genap, jarang pasca sarjana buka di smester ganjil :'

tapi kembali ke univ ama minatnya, buat teknik yg kupengen paling cpt tahun depan, huhuhu, mogaa aja minat yg ingin kamu ambil buka di semester ganjil nanti, diterima, menjadi kado terindah atas ulangtahunmu ke 26 nanti, serta aku juga berharap moga diberi kelancaran ya dengan jawaban yang kamu cari,

all the best lah kamu dengan plan kamu juga, kejar keinginanmu, capai cita citamu, selagi masih ada waktu, mengudaralah yang bebas, sebebas bebasnyaa eaaa,

Ke mana pun aku pergi, seindah apa pun tempat yang aku kunjungi, semuanya terasa biasa saja jelek kalo ga ada kamu di sana. Bukan tempatnya yang membuat segalanya istimewa, melainkan kamu dengan adanya kamu untukku aku berbagi momen saat itu. Dan bagiku, semua keindahan itu baru benar-benar terasa sempurna jika ada kamu yang temani di sana setidaksempurna apapun kejadiannya, aku yakin denganmu semua akan berjalan dengan baik.

agar dunia terus bergerak, bumi selalu berputar, mereka butuh orang seindah kamu

aku selalu seneng, bisa jatuh cinta ama orang seindah kamu, sosok perempuan cantik, berzodiac virgo, yang lahir diakhir bulan Agustus. Ya, itu kamu.

Widya Parasdiasari

dengan segala kurang, dan lebihmu, aku tak pernah ucap satupun menyerah hingga sekarang.

selalu, termuliakan, be happy yaa <3 ^^

maaf bisa aku cuma doaain kamu, makasi banget buat waktu kamu kemaren, gabisa aku gantiin pake apapun.

Sampai bertemu lagi di bulan November nanti, atau lebaran tahun depan, atau kapan pun Allah mempertemukan kita kembali, aku akan menunggu hingga kita dipertemukan dalam kesiapan dan versi terbaik diri kita masing-masing. Aku percaya, keindahan bukan terletak pada kesamaan, melainkan pada perbedaan yang saling berusaha untuk menyatu.

Btw. selamat bulan kelahiranmu juga ya! Hadiah kamu, terpisah, nanti aja pas aku udah pulang, atau aku ketemu dirumah kamu, aku akan bawa kado terindah didepan kamu dan depan orang tua kamu.

Sesuai kataku sebelumnya, aku percaya bahwa Allah akan membantu kemustahilan hambanya, dengan cara yang lebih mustahil lagi, dan tak disangka - sangka. Izinkan aku terus menjaga perasaan ini, memupuk, dan menyiraminya agar terus tumbuh ya. Berdoa nanti wangi dari sesuatu yang tumbuh tersebut mengilhami.

Memang, seperti katamu, mungkin aku tak memiliki frekuensi yang sama denganmu, aku terus berusaha menyamakannya dengan tetap menunjukan bahwa ini aku, disetiap tulisanku, semoga kamu mengenalnya dengan baik ya. Mungkin hanya sebagian kecil saja yang bisa kamu rasakan.

Aku terus memperbaiki diri aku disini, agar pantas, dan dipantaskan untuk kamu. Aku juga tak menuntut apapun darimu, ataupun memaksamu memahami duniaku. Akulah yang ingin tahu duniamu, menua bersamamu. Akupun hanya ingin menikah terjadi sekali seumur hidup, dan menemukan pasangan yang tepat adalah hal terpenting. Dalam perjalananku, aku sangat yakin tidak salah memilihmu, dan aku ingin menghabiskan waktu hingga akhir bersamamu.

Validasiku ke diri sendiri hal tersebut adalah ujian, ketika niat baik bertemu niat baik, pasti akan ada ujian untuk mengukur seberapa yakin niat baik itu ada. Aku akan tetap perjuangin ini. Aku yakin kalau niat baik, selalu berakhir baik, dan hingga kini aku belum pernah dikecewakan oleh kepercayaan itu. Meski waktu diulang seribu kalipun, dan aku dihadapkan kondisi yang sama, keputusanku tak akan berubah, dan tetap mencoba mengenal kamu lagi dan lagi. Malahan, aku jadi memiliki kesempatan 1000 kali lebih baik dalam mengenalmu bukan ?

Mungkin aku bukan tipe yang sempurna pada kriteria kamu, tapi justru ketidaksempurnaan adalah keindahan itu sendiri, dalam upaya untuk saling melengkapi memahami lebih dan kurang orang lain, serta menerima, aku rasa itulah letak keindahannya.

Untukmu, bahkan lesung pipi yang dianggap ketidaksempurnaan pun tetap tampak indah di wajah manusia.Tak letih kutuliskan, bahwa tak pernah kutemui sihir yang lebih kuat dibanding tatapanmu, senyummu, dan cara kamu bicara itu. Aku akan terus meyakini bahwa kamulah orangnya, hingga akhir waktuku, bahkan jika harus menunggu di dimensi atau dunia yang berbeda.

Kalau kamu sudah merasa nyaman ( i mean, perasaan dan dirikamu), aku ingin kita bisa ngobrol terbuka tentang apa yang kita rasakan. Ributi aku dengan masalahmu ya, tetap panggil aku dalam setiap insomniamu, dan apa - apa jika kamu butuh, tolong jangan ragu cari aku. Aku sangat menanti notifikasi itu darimu.

Terima kasih yaa,

Usahaku sudah maksimal, Doa kulakukan, Aku pasrahkan dirimu pada yang diatas.

Aku akan menunggu, dan mengikuti jejakmu dari kejauhan. Aku juga akan mengejar cita - citaku, jadi lebih baik, dan pantas, sehingga tak ada alasan lagi nantinya kalau kita ketemu untukmu menolak aku. Aku akan membuatmu yakin kembali jika saat itu tiba, terus mencoba meyakinkan kamu saat itu tiba. Sekarang, aku juga tengah belajar masak banyak makanan untukmu yang gemar perkulineran. Aku rajin main, agar bisa jadi tour guide mu saat jalan - jalan. Menjadi lebih baik untukku sendiri, juga berusaha pantas untukmu, apapun itu, lagian aku juga dapet B di matkul orisinalitas, Hahaha. Ga, ini ga canda, seriusan. Yah, selama aku masih bernafas, lengkap semua badan, semua akan kuusahakan.

Aku gak akan memulai ini jika aku berfikir untuk berhenti ditengah jalan. Aku percaya bahwa jika memang ditakdirkan bersama, Allah akan mempertemukan kita lagi di waktu yang tepat—saat kita sudah menjadi versi terbaik dari diri kita masing-masing. Entah kamu nanti jadi Dosen di universitas hebat Indonesia, lalu aku yang menjadi dekan, atau malah mahasiswamu nanti, ahahaha.

Semoga beruntung dalam setiap langkahmu. Semoga Allah selalu melindungi dan membimbingmu. Dan semoga suatu hari nanti, kita bisa bertemu kembali dengan senyum yang tulus dan cerita-cerita indah tentang bagaimana kita tumbuh menjadi lebih baik.

Sampai saat itu tiba, aku akan menjadi yang terbaik untukmu. Lalu, ini akhir dari pesan ini. Aku sungguh serius memintanya. Hei, Widya Parasdiasari. Izinkan aku memulainya dari awal lagi ya. Dalam mengenal kamu. Dan juga aku sungguh minta tolong. Tolong, ajari aku caranya mengenal, menyukai, dan mencintai kamu dengan benar.

Fajar Aditiya Sukma,
Hari spesialku, 14 Juli, Kuala Lumpur 2025

Wassalamualaikum Warakhmatullah Wabarakatuh

Penuh harap, masih terus mendoakan kebaikan untukmu,

PS Note: Aku tak pernah menyerah padamu. Semoga kita bisa bertemu di ketidaksengajaan lain hari yaaa. Kutunggu balasanmu. Jika kamu belum nyaman atau tidak ingin, aku mengerti dan akan berhenti menghubungi. Apa pun keputusanmu aku doakan yang terbaik untukmu dan rencanamu, aku akan tetap menghormati keputusanmu. Aku doakan studimu dan rencanamu lancar. Sekali lagi, terima kasih atas waktu dan kenangan. Aku minta maaf atas kesalahanku, Terima kasih sudah membaca.

Selamat ulang tahun untuk ayahmu, maaf telat, salam hangat. Kemudian, kado untukmu, sesuai pesan diatas, semoga bisa kuberikan saat bertemu dengan kamu, serta keluargamu nanti jika waktu tersebut mungkin tiba.

Dan untukmu, Selamat Ulang tahun juga ya!

👆 Scroll ke bawah untuk membaca selengkapnya